Jumat, 08 Mei 2015

PRAKTEK-PRAKTEK PEREKONOMIAN SOSIALIS DAN LIBERALIS DI INDONESIA

PRAKTEK-PRAKTEK PEREKONOMIAN SOSIALIS DAN LIBERALIS DI INDONESIA










Disusun oleh :

Lydia Johanna .T
26214207
1EB13




FAKULTAS EKONOMI / JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA



KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, oleh karena rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul “Praktek-Praktek Perekonomian Sosialis dan Liberalis di Indonesia”. Selain sebagai tugas, makalah ini juga saya tujukan untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang praktek-praktek perekonomian sosialis dan liberalis yang ada di Indonesia.
            Dalam kesempatan ini, saya tidak lupa mengucapkan terima kasih yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Saya juga menyadari bahwa makalah yang saya tulis ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya menerima kritik dan saran dari pembaca, agar ke depannya saya dapat menulis makalah dengan lebih baik lagi.




Depok, 8 Mei 2015
Penulis,

Lydia Johanna .T




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Pengertian Sistem Ekonomi

          Sistem ekonomi jika ditinjau lebih jauh maka akan beragam sekali macam-macamnya karena beragam pula negara yang menerapkannya. Pengertian umum dari sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk meraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi. Perbedaan antara satu sistem ekonomi dan sistem ekonomi lainnya yaitu bagaimana cara sistem itu mengelola faktor produksinya.

B.       Macam-Macam Sistem Ekonomi

          Ada 4 (empat) macam sistem ekonomi yang diterapkan di berbagai negara di dunia, yaitu :
1.    Sistem Ekonomi Tradisional
     Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter, belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
     Ciri-cirinya adalah :
ê belum ada pembagian kerja
ê pertukaran dengan sistem barter
ê jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan
ê hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan
ê bertumpu pada sektor agraris
ê keadaan masyarakatnya masih statis, tradisional, dan miskin
2.      Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem dimana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi.
Ciri-cirinya adalah :
ê hak milik atas alat produksi di tangan perorangan
ê harga barang ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar
ê adanya persaingan bebas
ê tidak ada campur tangan pemerintah di dalam perekonomian
ê modal memegang peran penting
ê terbuka kesempatan bagi individu untuk mengejar keuntungan
3.      Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan.
Ciri-cirinya adalah :
ê perencanaan disusun oleh pemerintah pusat
ê semua alat produksi dikuasai oleh negara
ê produksi, distribusi dan konsumsi diatur secara terpusat
ê inisiatif dan hak milik perorangan dibatasi
4.      Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.
Ciri-cirinya adalah :
ê adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
ê pihak swasta ikut berperan dalam kegiatan perekonomian

BAB II
ISI

A.      Contoh Praktek Sistem Ekonomi Liberalis di Indonesia

          Contoh bukti praktek ekonomi liberal di negara kita dapat kita lihat yaitu pada proyek minyak blok Cepu yang pada akhirnya infestor asing (Exxon Mobile) berhasil mengungguli Pertamina selaku perusahaan negara, Belum lagi Freeport di Papua yang dikuasai Infestor asing dari Amerika.
          PT. Freeport Indonesia (PTFI atau Freeport) adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Ertsberg (dari 1967 hingga 1988) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Freeport-McMoRan berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan US$ 6,555 miliar pada tahun 2007. Mining Internasional, sebuah majalah perdagangan, menyebut tambang emas Freeport sebagai yang terbesar di dunia. Freeport memperoleh kesempatan untuk mendulang mineral di Papua melalui tambang Ertsberg sesuai Kontrak Karya Generasi I (KK I) yang ditandatangani pada tahun 1967. Freeport adalah perusahaan asing pertama yang mendapat manfaat dari KK I. Dalam perjalanannya, Freeport telah berkembang menjadi salah satu raksasa dalam industri pertambangan dunia, dari perusahaan yang relatif kecil. Hal ini sebagian besar berasal dari keuntungan yang spektakuler sekaligus bermasalah yang diperoleh dari operasi pertambangan tembaga, emas, dan perak di Irian Jaya, Papua.
           KK I dengan Freeport ini terbilang sangat longgar, karena hampir sebagian besar materi kontrak tersebut merupakan usulan yang diajukan oleh Freeport selama proses negosiasi, artinya lebih banyak disusun untuk kepentingan Freeport. Dalam operasi pertambangan, pemerintah Indonesia tidak mendapatkan manfaat yang proposional dengan potensi ekonomi yang sangat besar di wilayah pertambangan tersebut. Padahal bargaining position pemerintah Indonesia terhadap Freeport sangatlah tinggi, karena cadangan mineral tambang yang dimiliki Indonesia di wilayah pertambangan Papua sangat besar bahkan terbesar di dunia.
          Selain itu, permintaan akan barang tambang tembaga, emas dan perak di pasar dunia relatif terus meningkat. Dengan kondisi cadangan yang besar, Freepot memiliki jaminan atas future earning. Apalagi, bila ditambah dengan kenyataan bahwa biaya produksi yang harus dikeluarkan relatif rendah karena karakteristik tambang yang open pit. Demikian pula emas yang semula hanya merupakan by-product, dibanding tembaga, telah berubah menjadi salah satu hasil utama pertambangan. Freeport sudah sejak lama berminat memperoleh konsesi penambangan tembaga di Irian Jaya.
        KK I Freeport disusun berdasarkan UU No 1/67 tentang Pertambangan dan UU No. 11/67 tentang PMA. KK antara pemerintah Indonesia dengan Freeport Sulphur Company ini memberikan hak kepada Freeport Sulphur Company melalui anak perusahaannya (subsidary) Freeport Indonesia Incorporated (Freeport), untuk bertindak sebagai kontraktor tunggal dalam eksplorasi, ekploitasi, dan pemasaran tembaga Irian Jaya. Lahan ekplorasi mencangkup areal seluas 10.908 hektar selama 30 tahun, terhitung sejak kegiatan komersial pertama. KK I mengandung banyak sekali kelemahan mendasar dan sangat menguntungkan bagi Freeport dan segelintir orang yang duduk dikursi kekuasaan.

B.       Contoh Praktek Sistem Ekonomi Sosialis di Indonesia

Ø Penurunan Nilai Uang (Devaluasi)
dengan tujuan:
·  guna membendung inflasi yang tetap tinggi
·  untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat
·  meningkatkan nilai rupiah sehingga rakyat kecil tidak dirugikan
Maka pada tanggal 25 Agustus 1959 pemerintah mengumumkan keputusannya mengenai penuruan nilai uang (devaluasi), yaitu sebagai berikut.
                1.     Uang kertas pecahan bernilai Rp. 500 menjadi Rp. 50
2.    Uang kertas pecahan bernilai Rp. 1.000 menjadi Rp. 100
3.    Pembekuan semua simpanan di bank yang melebihi Rp. 25.000
Tetapi usaha pemerintah tersebut tetap tidak mampu mengatasi kemerosotan ekonomi yang semakin jauh, terutama perbaikan dalam bidang moneter. Para pengusaha daerah di seluruh Indonesia tidak mematuhi sepenuhnya ketentuan keuangan tersebut.

                          Ø  Dekon dan Peraturan 1963
Pada bulan Maret 1963, dicanangkan Deklarasi Ekonomi (Dekon). Dimaksudkan untuk menguraikan metode yang hendak digunakan untuk melaksanakan Rencana Delapan Tahun. Menurut Dekon, pertumbuhan ekonomi akan terjadi dalam dua tahap yakni :
1.   Tahap pertama adalah penataan ekonomi yang sifatnya nasional dan demokratis serta bersih dari sisa peninggalan imperialisme dan feodalisme.
2.    Tahap Kedua adalah tahap pembangunan ekonomi sosialis Indonesia
Dekon mencerminkan maksud pemerintah untuk mengadakan perubahan yang radikal dalam kebijaksanaan ekonominya. Dekon memberi bimbingan positif untuk empat bidang yakni:
1.     Penentuan laju pertumbuhan ekonomi
2.    Peningkatan laju penanaman modal dalam negeri dan asing
3.    Pembukaan hubungan ekonomi internasional
4.    Penentuan kegiatan ekonomi sektor swasta, koperasi dan negara
Peraturan 26 Mei merupakan suatu program stabilisasi ekonomi yang dilaksanakan melalui empat belas peraturan untuk membendung inflasi. Mengandalkan mekanisme pasar dan harga-harga yang ditentukan melalui mekanisme tersebut. Merupakan upaya berani untuk menyeimbangkan anggaran nasional, menghapuskan banyak pengawasan harga, memberikan otonomi yang besar kepada perusahaan negara dan menyerahkan perusahaan kecil kepada pemerintah daerah. (Yahya Muhaimin,1991).

BAB III
KESIMPULAN

          Jadi, kesimpulannya, Indonesia sebenarnya adalah negara yang mampu menggunakan berbagai sistem dalam pelaksanaan kegiatan perekonomiannya seperti memasukkan sistem ekonomi sosialis dan sistem ekonomi liberalis pada beberapa bidang untuk terciptanya kesejahteraan masyarakat Indonesia.
       Dapat disimpulkan pula bahwa Indonesia yang menganut dua sistem ekonomi tersebut tentu karena sistem ekonomi sosialis dan liberalis mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing pada bidang-bidang tertentu dalam perekonomian.

DAFTAR PUSTAKA
















Sabtu, 06 Desember 2014

Manajer Pemasaran Sering Disebut Juga Sebagai Manajer Permintaan

Manajemen pemasaran adalah suatu analisis perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Oleh karena itu, manajemen pemasaran sering disebut juga sebagai manajemen permintaan.

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Berdasarkan Konsep Inti Pemasaran

Kebutuhan dalam konsep pemasaran meruapakan suatu hal yang penting baik bagi konsumen maupun pemasar karena dari kebutuhan-kebutuhan tersebutlah terciptanya produk yang akan dipasarkan kepada konsumen sehingga sangat berkaitan dengan pemasar.
Sedangakan, keinginan merupakan suatu hal yang diinginkan dan diharapkan agar dapat memperoleh sesuatu yang didambakan baik oleh konsumen maupun pemasar sendiri, karena seorang pemasar berkeinginan untuk bisa memuaskan konsumen serta dapat memajukan perusahaannya.

Perbedaan Pasar dan Pemasaran

Pasar adalah individu atau kelompok maupun organisasi yang mempunyai kebutuhan, berdaya beli, dan merealisasikan kebutuhan tersebut sebagai permintaan atas barang atau jasa.
Sedangkan, pemasaran adalah proses dimana individu atau kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan dengan menyediakan sesuatu kebutuhan, menetapkan harga, mendistribusikan, menawarkan atau mempromosikan dengan mempertukarkan produk serta jasa yang bernilai agar memuaskan pihak lain (konsumen) dan mencapai tujuan individu atau kelompok tersebut.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Marketing mix adalah suatu strategi marketing yang menekankan bagaimana cara menjual produk seefektif mungkin. Berdasarkan data-data yang diperoleh dan dikumpulkan, baik melalui proses komputerisasi maupun data yang dikoleksi berdasarkan langganan, agar proses penjualan berjalan lancar.
Dalam pemasaran konvensional (real business) terdapat 4 prinsip dasar yang terdiri dari 4P, yaitu :
a.        Product
Produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam Marketing mix, anda harus mempunyai produk yang bagus dan berkualitas, serta sesuai dengan kebutuhan target pelanggan anda.
b.        Price
Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut.
c.         Place
Di antara 4P dalam marketing mix, komponen place mungkin kurang banyak diperhatikan oleh para pemasar atau manajemen. Padahal, komponen place ini memegang peranan yang sangat penting dalam pemasaran, karena tujuan utama dari pemasaran adalah menyalurkan barang-barang atau jasa, maka diperlukan adanya kegiatan penyaluran yang harus dilalui oleh barang-barang atau jasa dari produsen ke konsumen pada waktu, tempat, dan jumlah yang tepat.
d.        Promotion
Promosi dalam marketing mix meliputi komunikasi pemasaran yang lengkap dan terpadu yang pada gilirannya meliputi iklan serta promosi penjualan. Promosi juga menentukan segmentasi targeting dan positioning produk.

Referensi :




Rabu, 03 Desember 2014

Alasan Memilih Jurusan Akuntansi dan Manfaat yang Diharapkan dari Ilmu Akuntansi dalam Kehidupan Saya

          Sebelumnya, saya sudah pernah berbagi mengenai mengapa saya memilih akuntansi di blog ini pada posting-an saya yang pertama. Disitu saya mengatakan, saya memilih jurusan akuntansi karena sedari SMA, saya senang dengan pelajaran akuntansi. Dan saya juga dari jurusan IPS, guru akuntansi di sekolah saya menjelaskan dengan sangat jelas kepada murid-muridnya sehingga lama-kelamaan saya suka dengan pelajaran akuntansi. Belajar akuntansi tidak perlu banyak menghafal dan kita dilatih untuk terus teliti dalam menghitung.
          Belajar akuntansi juga mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan, terutama bagi saya sendiri, saya bisa mengolah uang jajan bulanan saya lebih baik. Saya juga berharap, dengan ilmu akuntansi yang saya dapat, nantinya dapat bekerja di suatu perbankan atau perusahaan seperti yang saya impikan.

Jenis Bidang Akuntansi

Ada beberapa jenis bidang akuntansi, antara lain :
1.        Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
 Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (general accounting), yaitu akuntansi yang sasaran (obyek) kegiatannya adalah transaksi keuangan yang menyangkut perubahan harta, hutang, dan modal suatu perusahaan. Akuntnasi keuangan bertujuan menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak intern perusahaan (manajemen) dan pihak-pihak ekstern, misalnya bank, investor, pemerintah, dan masyarakat umum. Kegiatan akuntansi keuangan berorientasi kepada transaksi-transaksi yang sudah terjadi (data historis), yang diproses dengan menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima oleh umum.
2.        Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya, yaitu akuntansi yang sasaran kegiatannya adalah transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya-biaya. Misalnya, biaya-biaya yang berhubungan dengan proses pembuatan produk. Akuntansi biaya bertujuan menyediakan informasi biaya yang diperlukan untuk kepentingan intern (pimpinan perusahaan), yaitu untuk menilai pelaksanaan operasi perusahaan dan menentukan rencana kegiatan di masa datang. Kadang-kadang akuntansi biaya diartikan sama dengan akuntansi manajemen, karena sasarannya hamper sama. Hanya akuntansi amanajemen lebih menekankan kegiatannya kepada pengolahan data biaya sebagai hasil proses akuntansi biaya, untuk membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan (alternatif) tindakan di masa datang.
3.        Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan penentuan obyek pajak yang menjadi beban perusahaan serta penghitungannya untuk kepentingan penyusunan laporan pajak. Kegiatan akuntansi perpajakan fungsinya membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan terjadi, sehubungan dengan pertimbangan-pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu, akuntan yang bekerja dalam bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.
4.        Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Akuntansi anggaran adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi, serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan perusahaan (anggaran) dalam satu periode tertentu. Catatan-catatan mengenai perbandingan antara rencana operasi keuangan yang telah ditetapkan dengan pelaksanaannya merupakan alat bantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawsan.
5.        Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Akuntansi pemeriksaan adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pemerikasaan terhadap catatan-catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan, yakni untuk menguji kelayakan laporan keuangan yang dihasilkannya. Akuntnasi pemerikasaan bersifat independen (bebas), sehingga hasil pemeriksaan akuntan dapat dijamin kebenarannya (obyektif). Laporan keuangan dinyatakan layak, jika proses penyusunannya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, atau telah diterima secara umum.
6.        Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan negara, atau sering disebut juga dengan istilah administrasi keuangan negara.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Syarat-syarat yang harus ada dalam laporan keuangan adalah :
1.      Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
2.    Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
3.  Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4.     Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5.        Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya .
6.        Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7.     Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.

Referensi :

Rabu, 26 November 2014

Perbedaan Kewiraswastaan, Wiraswasta, dan Wiraswastawan
           
           Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk berisiko dan menginvestasikan serta mempertaruhkan waktu, uang dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil.
            Sedangkan, wiraswasta adalah proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung risiko keuangan, kejiwaan, sosial dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
                      Lain lagi dengan wiraswastawan, wiraswastawan menunjuk pada pribadi yang memiliki jiwa kewiraswastaan dan mampu berwiraswasta dengan baik serta berani menanggung segala bentuk risikonya.

Perbedaan Ciri Perusahaan Besar dengan Perusahaan Kecil

Perusahaan Kecil
Perusahaan Besar
© Pada umumnya dikelola/dipimpin sendiri oleh pemiliknya.
©   Struktur organisasinya sederhana dan masih banyak perangkapan tugas/jabatan kepada seseorang.
© Persentase kegagalan usaha relatif cukup tinggi.
©  Sulit dalam mengembangkan usaha karena susah memperoleh modal jangka panjang.

Contoh : Pedagang kaki lima, online shop, dan toko kelontong.
© Pada umumnya dikelola/dipimpin oleh   manajer profesional (bukan pemiliknya)
© Struktur organisasinya kompleks dan sudah ada spesialisasi pekerjaan.
©    Persentase kegagalan usaha relatif rendah
© Modal jangka panjang relatif lebih mudah diperoleh untuk mengembangkan usaha.

Contoh : PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. ; PT Gudang Garam, Tbk. ; dan PT Semen Gresik (Persero), Tbk.

Franchise  (Waralaba)

            Franchise adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, franchise adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Contoh franchise lokal Indonesia, antara lain :
ê  Es Teller 77
ê  Semerbak Coffee
ê  Kebab Baba Raffi
ê  TIKI dan JNE
ê  Tela-Tela 77

Contoh franchise asing yang ada di Indonesia, antara lain :
ê  Mc Donald
ê  Lawson
ê  KFC (Kentucky Fried Chicken)
ê  English First
ê  The Body Shop

Keuntungan dan Kerugian Franchise

Keuntungan dari suatu bisnis  franchise adalah sebagai berikut :
1.    Adanya program-program pelatihan dari Franchisor sehingga kurangnya skill dapat ditanggulangi.
2.    Sudah mendapat popularitas merk.
3.    Karena sudah populer, maka tidak membutuhkan dana yang besar untuk biaya promosi.
4.    Risiko kegagalan dalam bisnis franchise umumnya kecil.
5.  Lebih memudahkan franchisee (orang yang membeli nama perusahaan) untuk memperoleh dana
    dari penyandang dana karena nama besar dan keberhasilan dari pihak franchisor.

Kerugian dari suatu bisnis franchise adalah sebagai berikut :
1.   Kurangnya kendali dari franchisee terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh franchisor.
2.   Tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
3.        Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor.
4.        Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
5.      Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian.

Referensi :